nasional

WOW! Ternyata 80 Persen Kandungan Bahan Baku Obat di Indoneisa Diimpor

Senin, 24 Oktober 2022 | 05:35 WIB
Ilustrasi obat sirup terkait gagal ginjal akut pada anak. (Instagram @bpom_ri)

SulbarEkspres – Pemerintah melalui tiga kementerian akan berkoordinasi sebagai tindak lanjut dari maraknya kasus gagal ginjal akut.

Kementerian PMK, Perdagangan, dan Perindustrian akan melakukan penanganan dari sektor produksi dan peredaran obat-obatan.

Baca Juga: Angka Kematian Anak di Indonesia Meningkat, Kemenkes: Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Kematian Akibat Infeksi

Baca Juga: Gangguan Ginjal Akut Misterius Semakin Meningkat, Kemenkes : Apotek Setop Jual Obat Sirup

Menko PMK Muhadjir Effendy menyebutkan, 80 persen kandungan bahan baku obat yang diproduksi di Indonesia masih impor.

“Nanti akan kita lihat mulai dari bagaimana alur dan jenis dari bahan baku yang masuk ke Indonesia, karena memang 80 persen kandungan bahan baku obat kita kan masih impor,” ungkapnya.

Bahan baku yang diimpor melalui perizinan Kementerian Perdagangan akan diproduksi di Indonesia.

Tak hanya itu, Kementerian Perindustrian akan disertakan dalam penyelesaian kasus tersebut.

“Karena itu nanti (bahan baku impor) kemudian diproduksi di Indonesia, maka Kementerian Perindustrian juga ikut harus kita ajak bicara, harus kita ajak bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan instruksi untuk menarik daftar obat sirup yang mengandung etilen glikol.

Kandungan tersebut saat ini dicurigai sebagai penyebab gagal ginjal misterius di Indonesia.

Etilen Glikol dan Dietilen Glikol diduga yang menjadi penyebab gagal ginjal akut misterius pada anak.

Jumlah kasus yang dilaporkan hingga 18 Oktober 2022 sebanyak 206 dari 20 provinsi dengan angka kematian sebanyak 99 anak.

Dari kasus tersebut, angka kematian pasien yang dirawat di RSCM mencapai 65%.

Halaman:

Tags

Terkini