ekonomi

Strategi Baru Purbaya: FTA, Geothermal, dan Kebijakan Fiskal Disiapkan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:13 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melihat geothermal sebagai salah satu peluang menyediakan energi hijau bagi kawasan industri yang berorientasi ekspor. (Dok. Kreasi Dola AI)

Pemetaan tersebut diarahkan untuk menentukan perlindungan dan insentif yang tepat sasaran bagi industri domestik.

Strategi itu juga ditujukan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perundingan perdagangan internasional.

Baca Juga: Kisah Putri Andriani Juficha Sebelum Meninggal, dari Ajang Kecantikan hingga Aktivitas Sosial dan Lingkungan

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan keterbukaan pasar berjalan seiring dengan penguatan kapasitas industri dalam negeri.

Langkah tersebut menjadi penting karena manfaat FTA bergantung pada kesiapan industri memanfaatkan akses pasar yang tersedia.

Energi Geothermal Diproyeksikan Memperkuat Ekspor Produk Industri Indonesia

Selain kebijakan perdagangan, Purbaya menempatkan energi bersih sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.

Baca Juga: Mengapa Sukanto Tanoto Kini Jadi Taipan Indonesia Terkaya Dunia Menurut Bloomberg Billionaires Index Terbaru

Pemerintah akan mengakselerasi investasi energi terbarukan, termasuk mengoptimalkan potensi panas bumi melalui BUMN seperti PT Geo Dipa Energi.

Energi hijau tersebut dirancang untuk memasok kebutuhan kawasan industri nasional, termasuk sektor tekstil dan alas kaki.

Purbaya menilai pendekatan itu dapat membantu produk Indonesia menghadapi pasar global yang semakin memperhatikan standar keberlanjutan.

Baca Juga: 1.500 Drone Bentuk Soekarno Hatta hingga Merah Putih Setelah Pesan PRAY FOR NTT di Bundaran Hotel Indonesia

“Ada free trade dengan Eropa, katanya dengan Eropa itu ada special treatment untuk produk-produk yang memakai energi baru terbarukan,” ujar Purbaya.

Ia menilai investasi geothermal dapat diarahkan untuk memasok energi kawasan industri tekstil agar produk lebih kompetitif di Eropa.

Akses Pasar Eropa Menjadi Peluang Baru Bagi Manufaktur Berbasis Energi

Gagasan tersebut muncul ketika hubungan perdagangan Indonesia-Uni Eropa memasuki tahapan penting melalui IEU-CEPA.

Baca Juga: Bea Keluar Emas Baru Rp900 Juta, Purbaya Soroti Penyelundupan di Tengah Target Penerimaan Rp3 Triliun 2026

Halaman:

Tags

Terkini