Pemetaan tersebut diarahkan untuk menentukan perlindungan dan insentif yang tepat sasaran bagi industri domestik.
Strategi itu juga ditujukan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perundingan perdagangan internasional.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan keterbukaan pasar berjalan seiring dengan penguatan kapasitas industri dalam negeri.
Langkah tersebut menjadi penting karena manfaat FTA bergantung pada kesiapan industri memanfaatkan akses pasar yang tersedia.
Energi Geothermal Diproyeksikan Memperkuat Ekspor Produk Industri Indonesia
Selain kebijakan perdagangan, Purbaya menempatkan energi bersih sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.
Pemerintah akan mengakselerasi investasi energi terbarukan, termasuk mengoptimalkan potensi panas bumi melalui BUMN seperti PT Geo Dipa Energi.
Energi hijau tersebut dirancang untuk memasok kebutuhan kawasan industri nasional, termasuk sektor tekstil dan alas kaki.
Purbaya menilai pendekatan itu dapat membantu produk Indonesia menghadapi pasar global yang semakin memperhatikan standar keberlanjutan.
“Ada free trade dengan Eropa, katanya dengan Eropa itu ada special treatment untuk produk-produk yang memakai energi baru terbarukan,” ujar Purbaya.
Ia menilai investasi geothermal dapat diarahkan untuk memasok energi kawasan industri tekstil agar produk lebih kompetitif di Eropa.
Akses Pasar Eropa Menjadi Peluang Baru Bagi Manufaktur Berbasis Energi
Gagasan tersebut muncul ketika hubungan perdagangan Indonesia-Uni Eropa memasuki tahapan penting melalui IEU-CEPA.