INFO EKSPRES
- Kementerian Keuangan akan mengubah pendekatan kebijakan untuk menghidupkan perekonomian mulai September 2026.
- Seluruh instrumen fiskal akan dioptimalkan untuk memaksimalkan potensi ekonomi dan memperkuat pertumbuhan.
- Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 hingga 8 persen.
SULBAREKSPRES.COM - Apakah Trade Agreement (FTA) selama ini sudah maksimal mendorong industri Indonesia?
Bisakah geothermal membuat ekspor lebih kompetitif? Dan mampukah strategi fiskal baru membawa pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen?
Purbaya Ubah Strategi Fiskal untuk Mengangkat Daya Saing Industri Nasional
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan pendekatan baru untuk memperkuat industri domestik dan memperluas penetrasi ekspor Indonesia.
Strategi tersebut mencakup optimalisasi kebijakan fiskal, pemanfaatan FTA, penguatan manufaktur, serta pengembangan energi bersih.
Purbaya menyampaikan rencana tersebut dalam diskusi Free Trade Agreements on Indonesia Industrialization and Economic Performance di Jakarta, Kamis, (20/08/2026).
Ia menargetkan seluruh instrumen kebijakan fiskal digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6 sampai 8 persen.
Perubahan pendekatan Kementerian Keuangan tersebut dijadwalkan mulai September sebagai bagian dari strategi menghidupkan perekonomian.
“September ke depan kita akan ubah approach Kementerian Keuangan bagaimana menghidupkan perekonomian,” kata Purbaya.
Analisis Data Menjadi Kunci Mengoptimalkan Manfaat Perjanjian Perdagangan Bebas
Purbaya menilai Indonesia membutuhkan pendekatan baru untuk memastikan FTA memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.
Kementerian Keuangan akan menggunakan analisis data presisi dan pemodelan ekonometrika modern dalam menyusun pemetaan sektor industri.