INFO EKSPRES:
- Target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen lebih tinggi dibandingkan sasaran pertumbuhan APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
- Ekonomi Indonesia tumbuh kumulatif 5,45 persen pada semester I-2026, menjadi capaian tertinggi periode tersebut dalam 13 tahun.
- Pemerintah juga menargetkan inflasi 2,5 persen, kemiskinan 6-6,5 persen, serta pengangguran 4,3-4,87 persen.
SULBAREKSPRES.COM - Mampukah ekonomi Indonesia menembus pertumbuhan 6 persen pada 2027 ketika tekanan geopolitik, harga energi, pangan, dan suku bunga global masih membayangi?
Strategi apa yang disiapkan pemerintah agar target ambisius tersebut tidak sekadar menjadi angka RAPBN, tetapi benar-benar terasa melalui investasi, lapangan kerja, dan daya beli?
Target Pertumbuhan Enam Persen Menjadi Lompatan Ekonomi Indonesia Tahun Depan
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027, lebih tinggi dari sasaran APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
Target tersebut menjadi bagian asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027 yang telah disepakati pemerintah bersama DPR, dengan inflasi ditargetkan 2,5 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut prospek domestik masih positif, meski perekonomian global menghadapi berbagai tekanan.
“Ada prospek positif untuk pertumbuhan perekonomian di dalam negeri,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Optimisme itu bertumpu pada pertumbuhan ekonomi semester I-2026 yang mencapai 5,45 persen secara kumulatif.
Pemerintah menyebut capaian semester I-2026 tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi untuk periode yang sama dalam 13 tahun terakhir.
Mesin Pertumbuhan Didorong Lewat Transformasi Digital dan Industri Bernilai Tinggi
Untuk mengejar pertumbuhan 6 persen, pemerintah akan memperkuat mesin pertumbuhan sektoral berbasis transformasi agar ekspansi ekonomi lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Gempa M7,7 NTT Tewaskan Warga di Tiga Kabupaten, BNPB Masih Verifikasi Data Korban dan Kerusakan
Sektor bernilai tambah tinggi seperti digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah.