Menyikapi Perbedaan Waktu Id Adha, Kemenag: Masyarakat sudah Dewasa

photo author
syamsuddin, Sulbarekspres.com
- Selasa, 5 Juli 2022 | 19:14 WIB
Kementrian Agama (Kamaruddin Amin)
Kementrian Agama (Kamaruddin Amin)

Sulbar-Ekspres - Menjelang perayaan hari raya Idul Adha bagi umat Islam, beranda-beranda media sosial disesaki oleh perdebatan-perdebatan terkait dengan waktu pelaksanaan hari raya Idul Adha. Sebab sebagian pendapat mengemukakan bahwa tanggal 10 Dzulhijjah yang merupakan waktu dilaksanakannya Idul Adha jatuh pada tanggal 9 Juli tepatnya pada hari Sabtu. Kemudian pendapat yang lain mengatakan jatuh pada tanggal 10 Juli yaitu pada hari Minggu.

Tentu saja hal ini bukan sesuatu yang baru dalam sejarah Islam, jika kita mundur beberapa langkah ke belakang dan melihat bagaimana kemudian Imam besar seperti Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafii, dan Imam Hambali (4 madzhab), di sana juga kita temukan begitu banyak perbedaan pandangan di antara mereka terkait dengan perkara Islam. Akan tetapi mereka tetap saling menghormati pandangan satu dengan yang lain.

Ada yang menarik dalam penyampaian Direktur Jendral Bina Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, bahwa:

Baca Juga: Ibu dan Anak Berhubungan Badan Hingga 15 Kali, Ini Kisahnya!

Baca Juga: Ini Penjelasan CDM PT. Astra Areal C1 Soal Klaim Tanah Warga Rio Pakava

“Masyarakat kita sudah terbiasa dan dewasa dalam menyikapi perbedaan”

Saya coba merenungi makna kalimat yang keluar dari lisan beliau, dan mendapati sebuah pesan-pesan tersirat di sana, bahwa menyoalkan hal-hal yang bukan substansi (perbedaan pandangan) dalam ajaran agama, itu menunjukkan bahwa kita belum dewasa dalam beragama. Ibarat anak kecil, mereka masih meributkan tentang mainan siapa yang paling bagus di antara mereka, untuk menunjukkan bahwa miliknya-lah yang lebih baik, maka ia kemudian menjelekkan mainan milik yang lain. Tentu saja ini hanya hasil pemaknaan saya terhadap apa yang disampaikan oleh beliau.

Saya juga tetap menaruh kepercayaan bahwa masyarakat kita (Islam Indonesia) bukan lagi anak kecil yang masih meributkan hal-hal seperti itu, mereka sudah cukup dewasa dan mampu melihat secara substansi tentang makna yang terkandung di dalam pelaksanaan hari raya Id Adha. Wallabu a'lam bissawab..***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zulfitrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X