Sulbarekspres.com - Dampak kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan oleh pengendara saja, namun kalangan pengusaha properti yang bergerak di bidang jasa interior desain dan Furniture juga ikut merasakan dampak tersebut.
Seperti salah satu pengusaha di Desa Barumbung, kecamatan Matakali, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, juga mulai khawatir dengan dampak kenaikan harga BBM tersebut.
CEO HDR 89 Interior, Haidir, mengatakan jika kenaikan harga BBM sangat berpengaruh di usaha jasa Desain interior dan furniture miliknya, pasalnya selain biaya operasional yang tinggi sejumlah bahan juga ikut naik pasca pemerintah menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kecelakaan Lalu-lintas di Jalur Trans Sulawesi Tewaskan Seorang Pengendara!
"Iya pak, sejak BBM naik biaya oprasional juga ikut naik, bahkan beberapa bahan material juga naik, seperti HPL baru baru saya beli itu sudah sampai 200 ribu lebih, padahal sebelumnya hanya sekitar 180 ribu saja, bahan bahan ulyang lain juga ikut naik," kata Haidir saat di temui di Worshopnya.
Ia menjalaskan jika Selain bahan, upah kerja tukang dan biaya lainnya juga pasti naik sehingga membuat usahanya yang masih letih akan dampak pandemi makin tertekan.
"Kita juga bingung mau bagai mana, baru baru ini kita sepi job akibat pandemi covid 19, sekarang tiba tiba bahan bahan naik, modal usaha belum terkumpul, malah pengeluaran yang semakin tinggi," ujarnya.
Biaya operasinal yang semakin tinggi membuat pengusaha muda kelahiran Polman 91 ini harus putar otak sahingga usahanya yang baru saja dirintis sekitar 4 tahun lalu itu tetap berjalan.
"Susah untuk menaikkan harga jual properti saat ini karena harus menyesuaikan dengan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi. Kalau harga produk kita terlalu mahal, bisa-bisa menurunkan penjualan," ungkapnya.
Meski demikian ia tetap optimis bisa melakukan inovasi sehingga mampu menghadapi tantangan dengan mengutamakan kualitas produk yang di tawakan kepada masyarakat.
Penulis: Ilham