Kemenkes Ambil Kebijakan Cegah Gangguan Ginjal Misterius Pada Anak

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:22 WIB
Kemenkes RI sebagaimana surat edaran tanggal 18 Oktober 2022 yang menghentikan peredaran obat berbentuk cair atau sirup.
Kemenkes RI sebagaimana surat edaran tanggal 18 Oktober 2022 yang menghentikan peredaran obat berbentuk cair atau sirup.

SulbarEkspres – Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerima laporan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) yang tajam pada anak.

Terutama anak dibawah usia 5 tahun. Peningkatan kasus ini berbeda dengan yang sebelumnya, dan saat ini penyebabnya masih dalam penelusuran dan penelitian.

Baca Juga: Angka Kematian Anak di Indonesia Meningkat, Kemenkes: Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Kematian Akibat Infeksi

Baca Juga: Gangguan Ginjal Akut Misterius Semakin Meningkat, Kemenkes : Apotek Setop Jual Obat Sirup

Jumlah kasus yang dilaporkan hingga 18 Oktober 2022 sebanyak 206 dari 20 provinsi dengan angka kematian sebanyak 99 anak.

Dari kasus tersebut, angka kematian pasien yang dirawat di RSCM mencapai 65%.

Kemenkes bersama beberapa bidan terkait melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi oleh pasien, sementara ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan AKI.
 
Saat ini Kemenkes dan BPOM masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko lainnya.
 
Kemenkes saat ini sudah meminta tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup.
 
Kemenkes juga meminta seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas atau bebas terbatas dalam bentuk cair/sirup kepada masyarakat.
 
Perlunya kewaspadaan orang tua yang memiliki anak balita dengan gejala penurunan jumlah air seni dan frekuensi buang air kecil dengan atau tanpa demam, diare, batuk pilek, mual dan muntah untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
 
Keluarga pasien diminta membawa atau menginformasikan obat yang dikonsumsi sebelumnya, dan menyampaikan riwayat penggunaan obat kepada tenaga kesehatan.
 
Sebagai langkah awal untuk menurunkan fatalitas AKI, Kemenkes melalui RSCM telah membeli antidotum yang didatangkan langsung dari luar negeri.
 
Kemenkes sudah menerbitkan Keputusan Dirjen Yankes tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis AKI pada anak yang ditujukan kepada seluruh dinas kesehatan dan fasyankes.
 
Kemenkes juga telah mengeluarkan surat edaran kewajiban penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus AKI yang ditujukan kepada seluruh Dinas Kesehatan, Fasyankes, dan Organisasi Profesi.***

Editor: Reno Wijaya

Sumber: Kemenkes.go.id

Tags

Terkini

Wajib Baca, Tips Menjaga Payudara Sehat dan Kencang

Jumat, 3 Februari 2023 | 17:05 WIB

Tips Perbesar Payudara Secara Alami

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:30 WIB

5 Bahasa Cinta Bikin Pasangan Meleyot

Senin, 30 Januari 2023 | 17:44 WIB

Seorang Paru - Parunya Menusut Setelah Memakai Vape

Senin, 30 Januari 2023 | 16:03 WIB

Berikut Metode Mendapatkan Anak Laki-laki

Senin, 30 Januari 2023 | 14:32 WIB

Tiga Tips Agar Tanaman Subur Tanpa Pupuk Organik

Senin, 30 Januari 2023 | 00:33 WIB

3 Hero Roamer Bikin Jungler Musuh Kesel

Jumat, 27 Januari 2023 | 14:20 WIB

Berikut Pencegahan Ejakulasi Dini

Kamis, 26 Januari 2023 | 12:25 WIB

Gamers Wajib Baca! Ini 5 Game Berisi Ajaran Sesat

Senin, 23 Januari 2023 | 23:07 WIB

4 Tips Jitu untuk Introvert agar Percaya Diri

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB
X