Legenda Samba Paria dari Mandar Kisahkan Gadis Pemberani yang Akhiri Tirani Raja Zalim Demi Keadilan

photo author
Budi Purnomo, Sulbarekspres.com
- Senin, 6 Juli 2026 | 20:39 WIB
Legenda Samba Paria mengisahkan keberanian seorang gadis Mandar yang melawan raja zalim demi menyelamatkan adiknya dan membebaskan rakyat dari penindasan di Bumi Mandar. (Dok. Kreasi Dola AI)
Legenda Samba Paria mengisahkan keberanian seorang gadis Mandar yang melawan raja zalim demi menyelamatkan adiknya dan membebaskan rakyat dari penindasan di Bumi Mandar. (Dok. Kreasi Dola AI)

Kezaliman raja juga tampak dari kebiasaannya mengambil gadis-gadis cantik untuk dijadikan permaisuri tanpa memedulikan kehendak mereka.

Meski telah memiliki tiga belas permaisuri, ia masih berambisi mengumpulkan empat puluh permaisuri sebagai lambang kesaktiannya.

Ramalan Seorang Nenek Bijaksana Mengubah Harapan Seluruh Penduduk Negeri

Di sebuah kampung lereng gunung tinggal seorang nenek yang dikenal bijaksana dan mampu membaca pertanda masa depan.

Banyak warga mendatanginya untuk meminta nasihat ketika harapan mereka mulai memudar akibat kekejaman sang raja, suatu hari sang nenek menyampaikan ramalan yang segera menyebar ke seluruh pelosok Bumi Mandar.

Menurut ramalannya, seorang gadis muda dari kalangan rakyat biasa akan mengakhiri kekuasaan raja yang zalim, ucapan itu menjadi secercah harapan bagi rakyat yang selama bertahun-tahun hidup dalam ketakutan.

Sementara itu, tanpa diketahui siapa pun, sang raja justru mengalami mimpi yang mengusik pikirannya, dalam mimpi tersebut ia menemukan bunga yang sangat harum di tengah hutan tempatnya biasa berburu.

Seorang ahli nujum kerajaan menafsirkan bahwa bunga itu melambangkan seorang gadis cantik yang kelak menjadi permaisurinya.

Namun, sang ahli nujum juga memperingatkan bahwa gadis tersebut memiliki kekuatan yang kelak dapat menjadi ancaman bagi raja.

Ramalan itulah yang membuat raja semakin sering memasuki hutan untuk mencari gadis yang dimaksud.

Pertemuan di Tengah Rimba Mengubah Nasib Seorang Gadis Pemberani Selamanya

Jauh di pedalaman hutan, berdirilah sebuah rumah panggung sederhana yang hampir seluruh bagiannya diselimuti sulur tanaman peria.

Di rumah itu tinggal dua kakak beradik yatim piatu yang saling menjaga sejak kedua orang tua mereka meninggal dunia.

Sang kakak bernama Samba, gadis berusia enam belas tahun yang dikenal lembut, rajin, dan berhati penuh kasih.

Karena rumahnya dipenuhi tanaman peria, masyarakat yang sesekali melewati kawasan itu menjulukinya Samba Paria, suatu siang mereka menikmati talas rebus sebagai santapan sederhana hasil kebun sendiri.

Ketika sepotong talas jatuh ke tanah, mereka membiarkannya karena sudah dianggap tidak layak dimakan.

Pada saat yang sama, rombongan raja sedang berburu bersama pengawal dan anjing-anjing pemburu di hutan itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PW IWO Sulbar Lakukan Audensi Dengan Bawaslu Sulbar

Senin, 16 Oktober 2023 | 20:16 WIB

Terpopuler

X