daerah

Mentri Sosial Bersujud Di Bawah Kaki Guru Disabilitas

Selasa, 21 Februari 2023 | 18:15 WIB
Mentri Sosial Bersujud Di Bawah Kaki Guru Disabilitas.Foto: Istimewa


Sulbar Ekspres - Berpartisipasi terhadap tindakan sosialisasi merupakan suatu bentuk moralitas yang tinggi, Tri Rismaharini adalah seorang Menteri Sosial yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Balai Wyata Guna pada Selasa 21 Februari 2023.

Tujuannya sendiri untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu, setibanya Risma di lokasi tiba-tiba saja ia bertemu salah seorang guru penyandang tunanetra.

Sempat berdebat dengan guru tersebut, lantaran soal hibah dan perbaikan bangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) A Padjadjaran, Risma merasa bersalah dan reflek bersujud di kaki salah salah seorang guru tunanetra yang berada di Balai Wyata Guna, Kota Bandung.

Baca Juga: Gempa Baru M 6,4 Kembali Guncang Turki, Kemlu Pastikan WNI Dan Tim INASAR Aman

Baca Juga: Wuling Memperkenalkan Produk Terbarunya Sekaligus 10 lini di Ajang IIMS 2023

Sebelum acara penyerahan bantuan di mulai Risma sempat mampir ke Cafe More yang dikelola oleh penyandang disabilitas dengan sedikit banyaknya tanaman di budidayakan oleh para difabel.

Ketika Risma sedang berbincang dengan sejumlah penyandang disabilitas, salah satu guru perwakilan SLB A Padjadjaran menagih janji Risma terkait hibah lahan milik Kementerian Sosial yang saat ini digunakan sebagai sekolah untuk siswa tuna netra.

Dengan berhati- hati Risma mengatakan bahawa rencana pemberian hibah tidak dapat dilakukan namun sebagai gantinya, bangunan sekolah tersebut akan direnovasi dan beberapa akan ditambah ruangan.

"Nanti saat perbaikan sudah berjalan tolong diamankan, soalnya banyak yang tunanetra," ujar Risma.

Semua staf penyandang disabilitas maupun guru menolak tawaran Risma, semua kompak menginginkan keadilan agar Kemensos menghibahkan lahan tersebut.
Salah satu guru tuna netra yang bernama Tri juga menegaskan bahwa permintaan hibah bukan untuk kepentingan pribadi.

"Terkait waktu itu ibu pernah berjanji menghibahkan ini lahan. bukan untuk kepentingan pribadi bu, tolong direalisasikan." ujar Tri.

dengan tegas Risma menjawab guru tersebut, bahwa pemberian hibah sulit dilakukan karena posisi tanahnya berada di tengah dan sama-sama milik negaranya, Risma sudah memenuhi sebagian tanggung jawab dengan cara memperbaiki dan memfasilitaskan kafe yang di bangun untuk disabilitas.

"Makanya bu, kata saya kita berbagi," ujar Risma.

Sejumlah staf lain beserta guru tetap pada pendiriannya demi kesejahteraan peyandang disabilitas, mereka bekerja sama untuk terus mendesak Risma supaya memenuhi janjinya menghibahkan lahan tersebut.

Bagaimana lagi, upaya sudah di lakukan oleh Risma ia tetap tidak bisa memenuhi keinginan para guru, hingga akhirnya mantan Wali Kota Surabaya itu pun bersimpuh dan sujud, di kaki salah satu guru tunanetra.

Halaman:

Tags

Terkini

KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti!

Jumat, 7 April 2023 | 15:12 WIB