ragam

History: Gempa dan Tsunami Puluhan Meter Melanda Maluku

Rabu, 6 Juli 2022 | 14:36 WIB
lustrasi bekas tsunami.

SulbarEkspres – Gempa Bumi dan Tsunami melanda laun banda, di Provinsi Maluku, Indonesia Timur.

Kejadian ini mengakibatkan banyak nyawa melayang dan tentu mengagetkan dunia.

Bagaimana kisah dan sejarahnya?, berikut ini rangkumannya.

Baca Juga: Kesembuhan Hewan Ternak Dari PMK di Provinsi Ini 56 persen

Baca Juga: Nah Rasakan, 4 Pejabat di Kabupaten Tangerang Ini Pungli Pendaftaran Tanah dan Ditangkap!

346 tahun yang lalu, gempabumi mengguncang Ambon dan sekitarnya malam tanggal 17 Februari 1674.

Gempa disusul tsunami dari Laut Banda (gambar 2) yang dicatat oleh Georg Everhard Rumphius (1627-1702) seorang ilmuwan Eropa yang pernah tinggal di Ambon.

Ilustrasi suasana di Pantai Ambon Abad 17

Gempa dan tsunami berdampak kerusakan rumah warga dan menelan korban jiwa yang dperkirakan mencapai 2.500 orang meninggal dunia.

Gempa yang terjadi pada antara pukul 19.30–20.00 waktu setempat bertepatan dengan suasana perayaan Tahun Baru Cina yang berlangsung cukup meriah di sekitar pasar. Guncangan yang sangat keras melanda seluruh Pulau Ambon dan pulau-pulau di sekitarnya, mengakibatkan 86 orang meninggal dunia tertimpa runtuhan bangunan dan rumah-rumah yang terbuat dari batu mengalami banyak retakan sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Segera sesudah terjadi gempa bumi gelombang pasang terjadi di seluruh pesisir Pulau Ambon. Pesisir Utara di Semenanjung Hitu menderita kerusakan yang paling parah, terutama di daerah Ceyt di antara Negeri Lima dan Hile. Di daerah ini air naik setinggi 40–50 toises atau sekitar 70–90 meter.

Rumphius menjadi salah satu saksi bencana besar yang melanda Ambon masa itu. Korban gempa dan tsunami tercatat diperkirakan mencapai lebih dari 2.500 jiwa, termasuk istri dan anak Rumphius. Catatan sang ilmuwan ini merupakan sebagian dari catatan sejarah gempa dan tsunami terkait bencana rapid onset yang pernah terjadi dan paling mematikan di Maluku serta sekitarnya.

Sejarah juga mencatat kejadian gempabumi dan tsunami di Ambon pada 8 Oktober 1950. Dokumentasi kejadian bencana tersebut sangat terbatas, karena situasi geopolitik terkait konflik TNI dengan RMS. Hanya catatan kecil yang ada di beberapa surat kabar nasional dan internasional. Selain berita, gempa dan tsunami juga tercatat di arsip United States Geological Survey (USGS). Gempabumi Ambon 1950 terjadi pada hari minggu, tanggal 8 Oktober 1950 pada jam 03.23.13 (UTC) atau pada 12.23.13 waktu setempat. Lokasi gempa di kordinat 4,199 LS dan 128.233 BT pada kedalaman 20 Km dengan magnitude 7,3.

Dampak gempa dan tsunami Ambon tahun 1950 dimuat di beberapa surat kabar nasional; di antaranya Kedaulatan Rakyat menulis gempa bumi menghantam 2 kota di Ambon serta merusak ratusan rumah warga (11/10/50). Kemudian Suara Rakjat Republik Indonesia menulis berita tentang kejadian gempa bumi disertai gelombang besar sejauh 200 meter pada minggu siang sekitar jam 12 dan Gempa dan tsunami merusak beberapa tempat di pesisir pantai. Sedangkan Suara Merdeka mencatat bahwa tinggi gelombang tsunami akibat gempa pada saat itu mencapai 40 meter. Selain surat kabar nasional, surat kabar internasional yaitu The Canbera Times menulis gempa disertai ombak besar dan menyebabkan kerusakan di pesisir Ambon (11/10/50).

Halaman:

Tags

Terkini