ekonomi

Krisis PT Gunbuster Nickel Industry GNI Berlanjut, PHK 1.800 Pekerja Diiringi Harapan Investor Baru Segera Masuk

Jumat, 10 Juli 2026 | 12:42 WIB
PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) menjadi sorotan setelah PHK massal, proses PKPU, dan rencana masuknya investor baru mewarnai perjalanan korporasi. (Dok. gunbusternickelindustry.com)

INFO EKSPRES:

  • PHK 1.800 pekerja PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) menjadi salah satu dampak restrukturisasi industri nikel di Morowali Utara.
  • Perbaikan smelter dan masuknya investor baru menjadi harapan utama bagi pemulihan operasional korporasi.
  • Nasib ribuan pekerja kini bergantung pada keberhasilan restrukturisasi dan penyelesaian proses PKPU.

SULBAREKSPRES.COM - Apakah gelombang PHK di industri nikel nasional mulai memasuki fase yang lebih serius?

Mengapa ribuan pekerja PT Gunbuster Nickel Industry kehilangan pekerjaan ketika korporasi justru menyiapkan investor baru dan berharap kembali bangkit setelah proses PKPU selesai?

Gelombang PHK Mengiringi Krisis Operasional Korporasi Nikel

Sebanyak 1.800 pekerja PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, mengalami pemutusan hubungan kerja dalam sekitar satu tahun terakhir.

Baca Juga: Putri William Soeryadjaya Tinggalkan Kursi Komisaris Saratoga Setelah Mengawal Korporasi Hampir 3 Dekade

Jumlah tenaga kerja yang masih bertahan di korporasi pengolahan bijih nikel tersebut kini diperkirakan tersisa lebih dari 6.000 orang.

Kondisi itu terjadi ketika PT GNI masih berupaya menstabilkan operasional di tengah proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Perubahan Kepemilikan Memicu Restrukturisasi Tenaga Kerja Korporasi

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Morowali Utara, Yakanis Lakawa, menjelaskan persoalan keuangan mulai muncul sejak 2025.

Baca Juga: Kasus BSI Anambas Masuk Pengadilan, Dugaan Dana Pelunasan Rp2,8 Miliar Terungkap Lewat Pengajuan Kredit

"PT GNI pada tahun 2025 itu sudah mulai kolaps. Jadi pada waktu itu, karena yang punya GNI pertama itu, Mister Toni ada masalah sehingga beliau balik ke Tiongkok."

"Nah, di situ mulailah goyang," kata Yakanis Lakawa, Kepala Disnakertrans Morowali Utara, Kamis, 09 Juli 2026.

Menurut Yakanis, restrukturisasi semakin besar setelah kepemilikan PT GNI beralih kepada BUMN Tiongkok.

Baca Juga: OJK Tegaskan Tak Berhenti Memburu Henry Surya, Penyitaan Aset Jadi Kunci Pemulihan Dana Pemegang Polis

"Setelah diakuisisi oleh BUMN Tiongkok, hanya karyawan smelter yang diakui karyawan korporasi," ujar Yakanis Lakawa.

Investor Baru Menunggu Perbaikan Fasilitas Smelter Terlebih Dahulu

Manajemen PT GNI menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa calon investor baru telah menyatakan minat untuk masuk.

Halaman:

Tags

Terkini