SulbarEkspres - Ketua Forum Peduli Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (FPPD Sulteng), Eko Arianto mengatakan bahwa buruknya kualitas pembangunan jalan lingkar kota Palu juga terlihat pada item pekerjaan trotoar yang saat ini sudah mengalami kerusakan.
Padahal kata Eko, pembangunan jalan dan jembatan yang menghabiskan anggaran puluhan miliar itu belum genap setahun lamanya selesai dikerjakan.
“Proyek ini setahu kami belum sampai setahun lamanya selesai dikerja, tapi sudah rusak begini,” ujar Eko Arianto pada PosRakyat.com, Rabu, 7 September 2022.
Baca Juga: Kenapa Asisten Shin Tae-yong, Dzenan Radoncic Mundur Dari Timnas Indonesia?
“Jika diperhatikan, paving blok yang digunakan pada pekerjaan trotoar itu banyak yang sudah berlubang dan patah. Belum lagi cor pengancing paving-nya itu juga terlihat dibeberapa titik sudah patah dan bahkan ada yang hancur hanya dengan remasan tangan,” tambah Eko Arianto.
Tidak hanya itu, lanjut Eko, proyek dibawa kendali BPJN Sulteng melalui Satker PJN Wilayah III Sulteng, dengan nama paket Pembangunan Jembatan Akses Utama Huntap Tondo – Talise itu dibeberapa item lainya juga terlihat sudah rusak berat.
“Bukan hanya item pekerjaan trotoar saja, tapi masih banyak lagi yang sudah mengalami kerusakan. Olehnya, kami juga menghimbau kepada aparat hukum untuk segera melakukan tindakan karena diduga proyek tersebut terjadi penyimpangan dalam proses pembangunannya yang merugikan negara,” tegas Eko Arianto.
Diketahui, proyek yang bersumber dari APBN tahun 2020 itu dengan pagu senilai Rp88,3 miliar dikerjakan oleh PT. Marinda Utamakarya Subur, beralamat di jalan A.W. Syahranie. Komp. Villa Tamara F/33 Samarinda – Samarinda (kota) – Kalimantan Timur.
Sementara, informasi yang dihimpun media ini, bahwa PT Marinda Utamakarya Subur selaku penyedia jasa dalam pembangunan jalan dan jembatan di ruas jalan lingkar kota Palu itu disewa oleh salah seorang pengusaha asal kota Palu.***