sulawesi-tengah

Apa Perebdaan Megalit Sulawesi Tengah dan Situs Megalit Gunung Padang, Bukti Peradaban Jaman Batu Itu Ada, Gini Kisahnya!

Rabu, 10 Januari 2024 | 09:23 WIB
Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr Agus Nugroho bersama Gubernur Sulteng Rusdy Mastura saat foto bersama dalam acara pencanangan Sulteng Negeri Seribu Megalit, di Kawasan Situs Palindo, Sepe, Desa Kolori, Kec. Lore Barat, Lembah Bada, Kab. Poso, Selasa 10 Oktober 2023. (Sumber/Foto: Humas Polda Sulteng)

SulbarEkspres - Sulawesi Tengah dikenal sebagai daerah 1000 megalit. Hal ini usai Sulteng dicanangkan jadi Sulteng 1000 Megalit.

Situs bersejarah Megalit ada tersebar di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah, Poso, Sigi dan Kota Palu.

Situs bersejarah ini kini jadi objek wisata di Sulteng yang ditarget bisa menggait wisatawan datang ke lokasi ini.

Dikisahkan dalam sejarah Megalit Gunung Padang dikainkan dengan masa Kejayaan Prabu Siliwangi.

Melansir laman Kemendikbud.go.id, Pernahkah kalian berkunjung ke museum-museum purbakala? Di sana kalian akan menemukan berbagai diorama dan juga contoh barang-barang peninggalan purbakala.

Salah satu hal yang menarik ketika mengunjungi museum purbakala adalah banyaknya perkakas-perkakas dan juga peralatan yang terbuat dari batu. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Masa praaksara adalah sebuah masa di mana manusia belum mengenal tulisan. Masa ini ditandai dengan manusia yang masih menggunakan batu dan logam sebagai teknologinya kala itu.

Jadi, masa praaksara terbagi menjadi ke dalam dua zaman, yaitu zaman batu dan juga zaman logam.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mengupas lebih mendalam tentang zaman batu. Zaman batu sendiri terbagi lagi menjadi beberapa periode, seperti zaman batu tua (paleolitikum), zaman batu tengah (mesolitikum), zaman batu muda (neolitikum), dan juga zaman batu besar (megalitikum).

Seperti apa penjelasan dari masing-masing zaman batu tersebut? Yuk kita simak!

Zaman batu tua disebut juga dengan istilah paleolitikum. Alasan disebut dengan zaman batu tua karena alat-alat yang digunakan manusia purba kala itu masih berupa batu-batu besar dan juga kasar. Beberapa peralatan batu di zaman palaeolithikum misalnya kapak perimbas dan juga alat-alat serpih.

Untuk kehidupan manusia saat itu mereka masih menerapkan gaya hidup nomaden (berpindah-pindah tempat).

Mereka memperoleh makanan dengan cara berburu binatang dan mengumpulkan makanan berupa biji-bijian, sayuran dan buah dari alam yang dilewatinya.

Beralih ke zaman batu tengah, di sini peralatan batu yang digunakan oleh manusia purba sudah mulai ada peningkatan.

Halaman:

Tags

Terkini

NCW: Inlok PT ANA Adalah Utang Pilkada?

Minggu, 19 Maret 2023 | 13:13 WIB