Sulbar Ekspres - Ketegasan Hyudnai Motors Indonesia (HMID) bahwa terkait dukungan besar pemerintah Indonesia dan juga principal yang ada di Korea Selatan.
Justru hal ini sudah membawa kebahagiaan serta angin segar bagi para konsumen Ioniq 5 yang rela menuggu cukup lama namun kini cukup menunggu enam bulan saja.
"Adanya support dari pemerintah dan HQ untuk tahun ini bisa kita percepat supply ke konsumen hanya enam bulan," kata Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Makmur beberapa waktu yang lalu di IIMS 2023, Jakarta.
Baca Juga: Update Harga Emas Hari Ini 24 Februari 2023, Turun Rp 4000 jadi Rp1,015 juta per gramnya
Berbagai kendala terkait produksi dan juga supply semi konduktor sehingga menjadi suatu penybab sehingga membuat para konsumen Ioniq 5 di Indonesia terhambat hingga harus bersabar selama 1 tahun.
Makmur ikut menjelaskan, bahwa masa tunggu yang lama diakibatkan karena respons pasar kendaraan listrik melalui Ioniq 5 sangat membludak respons positif itu membuat 3.600 pembeli masih harus menunggu kendaraan mereka.
Mobil listrik besutan Hyundai ini, hadir dengan desain futuristik yang dilengkapi dengan material ramah lingkungan sehingga banyak dari konsumen yang berminat untuk meminangnya.
Serta menjadi mobil listrik pertama yang dibangun di atas Electric-Global Modular Platform (E-GMP), yaitu sebuah platform dengan banyak keunggulan yang dirancang oleh Hyundai Motor Group khusus untuk model kendaraan BEV.
Indonesia sendiri Ioniq 5 hadir dengan empat varian seperti Ioniq 5 Prime standard range Rp748 juta, Prime long range Rp789 juta, Signature standard range Rp809 juta, dan Ioniq 5 Signature long range Rp859 juta.***